15.11.14

WORKSHOP PENGENDALIAN TERPADU HAMA URET

Hama uret merupakan hama penting pada komoditas tebu di lahan berpasir/kering (tegalan). Serangan hama uret pada tanaman tebu merupakan salah satu faktor yang menurunkan produktivitas. Menindaklanjuti permasalahan tersebut pada hari kamis 6 nopember 2014 telah dilaksanakan workshop pengendalian hama uret di balai desa Deyeng kec. Ringinrejo kab. Kediri. Kegiatan ini diikuti oleh petani tebu yang tergabung dalam anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) "Maju Makmur". 




Workshop ini terselenggara atas swadaya murni Gapoktan, bekerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kec. Ringinrejo. Adapun pematerinya mendatangkan nara sumber yang kompeten dalam hal hama uret. Dalam hal ini disampaikan oleh kepala proteksi tanaman Puslit Gula PT. Perkebunan Nusantara X (persero) Dra. M.A Sri Hartati dan Etik Mar'ati Achadian, S.Si staf ahli proteksi hama dan penyakit dari Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI). Pada kesempatan ini juga disajikan materi oral dari Prof (R) Dr. Drs. Subiyakto, MP selaku peneliti entomologi dan fitopatologi dari Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) 



persiapan aplikasi insektisida





Pengendalian insektisida harus tepat dosis, waktu dan cara.  
  • carbofuran (furadan dll) dosisnya 50 kg/ha
  • cadusafos (rugby dll) dosisnya 20 kg/ha
  • diazinon dosisnya 25 kg/ha
  • imidacloprit dosisnya 375 gr (3,75 lt/ha)



Praktek lapang aplikasi  Metarhizium anisopliae





Aplikasi Jamur Metarhizium anisopliae pada  saat tanam/ turun tanah  (dosis 100-150 kg/ha). Aplikasi dilakukan pada pagi hari (sebelum jam 09.00 wib) atau sore hari (setelah pukul 15.00 wib). Tidak dianjurkan aplikasi pada siang hari karena jamur bisa mati terkena sinar UV matahari. Setelah aplikasi harus ditutup dengan tanah.





Pengendalian uret secara mekanis meliputi pengumpulan larva atau uret secara manual pada saat pengolahan tanah (bajak dan air), pengendalian imago secara mekanis menggunakan light trap. Pengendalian secara kultur teknis meliputi pengaturan masa tanam tebu, pengolahan tanah secara intensif, pergiliran tanaman, serta penggunaan tanaman perangkap. Untuk mendapatkan materi selengkapnya dapat menghubungi BPP kec. Ringinrejo




2 komentar:

  1. Ada yg bilang uret banyak kandungan protein... Apa betul..?

    BalasHapus
  2. ups,,admin minta mf baru bls ...iya benar..protein

    BalasHapus