Secara umum hama penyebab
penggerek batang pada jagung manis sama dengan pada jenis jagung yang
lain yaitu spesies Ostrinia furnacalis dan Helicoverpa armigera.
Perbedaannya terdapat pada kerentanan tanaman terhadap serangan hama
ini, dimana jagung manis lebih rentan terserang dibandingkan jenis
jagung yang lain.
Penyebab dan Gejala Serangan
Hama penggerek batang jagung umumnya disebabkan oleh serangga dari Spesies Ostrinia furnacalis. Hama ini menyerang pada semua bagian tanaman jagung dan pada serangan berat kehilangan hasil dapat mencapai 80%. Larva yang baru menetas berwarna putih kekuningan, makan berpindah-pindah. Larva muda makan pada ujung bunga jantan/malai, dan setelah instar lanjut akan menggerek batang jagung. Gejala serangan hama ini berupa lubang kecil pada daun, lubang gorokan pada batang, bunga jantan atau pangkal tongkol sehingga batang dan tassel mudah patah.
Teknik Pengendalian
Hama penggerek batang pada tanaman jagung manis dapat dikendalikan melalui:
1. Pengendalian dengan kultur teknis diantaranya:
a) Waktu tanam yang tepat,
b) Rotasi tanaman jagung dengan kacang-kacangan atau umbi-umbian seperti kacang tanah, ubi jalar,
c) Model pertanaman tumpangsari misalnya jagung manis-kedelai atau jagung manis-kacang tanah, dan
d) Apabila serangan terjadi setelah bunga jantan/malai muncul maka lakukan pemotongan sebagian bunga jantan untuk mencegah penularan hama ke batang tanaman.
2. Penggunaan insektisida kimiawi
Pengendalian dengan menggunakan insektisida harus dilakukan secara hati-hati. Gunakan insektisida yang mengandung bahan aktif karbofuran seperti Furadan. Cara penggunaan adalah dengan memberikan 4-5 butir furadan pada pucuk daun pada umur tanaman antara 30-40 hari.
Selain spesies Ostrinia furnacalis, terdapat spesies lain walaupun jarang dilaporkan, yaitu spesies Helicoverpa armigera. Serangga ini meletakkan telur pada rambut jagung. Setelah menetas larva masuk ke dalam tongkol jagung dan memakan biji jagung yang sedang berkembang. Adapun teknik pengendalian dilakukan dengan penyemprotan insektisida DECIS pada tongkol jagung setelah terbentuk rambut jagung dengan selang dua hari sampai rambut jagung berwarna coklat.
Sumber: Balai Penelitian Tanaman Serealia
Penyebab dan Gejala Serangan
Hama penggerek batang jagung umumnya disebabkan oleh serangga dari Spesies Ostrinia furnacalis. Hama ini menyerang pada semua bagian tanaman jagung dan pada serangan berat kehilangan hasil dapat mencapai 80%. Larva yang baru menetas berwarna putih kekuningan, makan berpindah-pindah. Larva muda makan pada ujung bunga jantan/malai, dan setelah instar lanjut akan menggerek batang jagung. Gejala serangan hama ini berupa lubang kecil pada daun, lubang gorokan pada batang, bunga jantan atau pangkal tongkol sehingga batang dan tassel mudah patah.
Teknik Pengendalian
Hama penggerek batang pada tanaman jagung manis dapat dikendalikan melalui:
1. Pengendalian dengan kultur teknis diantaranya:
a) Waktu tanam yang tepat,
b) Rotasi tanaman jagung dengan kacang-kacangan atau umbi-umbian seperti kacang tanah, ubi jalar,
c) Model pertanaman tumpangsari misalnya jagung manis-kedelai atau jagung manis-kacang tanah, dan
d) Apabila serangan terjadi setelah bunga jantan/malai muncul maka lakukan pemotongan sebagian bunga jantan untuk mencegah penularan hama ke batang tanaman.
2. Penggunaan insektisida kimiawi
Pengendalian dengan menggunakan insektisida harus dilakukan secara hati-hati. Gunakan insektisida yang mengandung bahan aktif karbofuran seperti Furadan. Cara penggunaan adalah dengan memberikan 4-5 butir furadan pada pucuk daun pada umur tanaman antara 30-40 hari.
Selain spesies Ostrinia furnacalis, terdapat spesies lain walaupun jarang dilaporkan, yaitu spesies Helicoverpa armigera. Serangga ini meletakkan telur pada rambut jagung. Setelah menetas larva masuk ke dalam tongkol jagung dan memakan biji jagung yang sedang berkembang. Adapun teknik pengendalian dilakukan dengan penyemprotan insektisida DECIS pada tongkol jagung setelah terbentuk rambut jagung dengan selang dua hari sampai rambut jagung berwarna coklat.
Sumber: Balai Penelitian Tanaman Serealia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar